Ukhuwah, kau di mana?
Kucoba merangkai kembali kata demi kata, walaupun ku tahu rasanya cukup sudah, bahkan HENTIKAN sajalah segalanya!!! Biar tak kurasakan lagi perihnya luka ini …
Akhi fillah … ? (Siapapun itu yang berhak menyandangnya). UKHUWAH kini tak lagi berkesan, karena hanya sebatas lisan, bahkan cenderung menjadi beban !. Bak’ malam tanpa hadirnya sang rembulan. Hal ini mengingatkanku pada bait-bait syair yang begitu mengesankan dari team nasyid negeri Jiran “Brother” …
“Selama ini ku mencari-cari
teman yang sejati
buat menemani perjuangan suci
Bersyukur kini pada-Mu Ilahi
Teman yang dicari selama ini
Telah kutemui … “
INDAH bukan !!!
Akhi … tapi sayangnya sampai saat ini pencarianku belum mendapatkan hasil. Kawan yang dicari bahkan belum kutemui sama sekali, bahkan semuanya ‘semu’, fatamorgana, hanya angan…
Bukan … Bukan ku tak bersyukur atas segala yang telah kuterima selama ini. Hanya saja banyaknya kawan yang saat ini ada di dekatku, apakah berfikiran yang sama denganku?Itu yang belum bisa kuterima. Luruhnya asa demi asa saat berinteraksi dengan mereka, entah mengapa ?
Saat kewajiban dan hak UKHUWAH itu tak lagi terjaga, maka yang terjadi hanyalah prasangka, dan itu yang KURASA …
Rabbi … Bantu aku untuk menemukannya …?
Ciputat, Bro’Rizal Room 14 Mei 2004

0 Comments:
Post a Comment
<< Home